Oct 29, 2016 Akademik 0 comment

kemahasiswaan

Untuk meningkatkan peserta didik yang handa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Syarif Hidayatullah Jakarta memberikan layanan kepada Mahasiswa sebagai berikut

Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah Jakarta tengah serius menyimak pemateri saat kuliah umum

Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Universitas Islam Negeri Syarifhidayatullah Jakarta tengah serius menyimak pemateri saat kuliah umum

  1. Bimbingan dan konseling

Mahasiswa dapat memperoleh bimbingan dan konseling dari dua sumber yaitu pertama dari pihak Dosen Pembimbing Akademik dan kedua dari pihak Prodi Ilmu Perpustakaan. Tiap satu Dosen Pembimbing Akademik membimbing mahasiswa sebanyak antara 15 s/d 20 anak mahasiswa. Dosen Pembimbing Akademik berperan dalam memberi bimbingan konseling  kepada mahasiswa seperti dalam menentukan mata kuliah dan jumlah sks ketika membuat Kartu Rencana Studi (KRS) dengan mempertimbangkan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) maupun Indek Prestasi per Semester (IPS). Dengan bimbingan dan konseling seperti itu maka mahasiswa yang prestasi akademiknya di bawah rata-rata 3, misalnya, tidak direkomendasikan oleh Dosen Pembimbing Akademiknya untuk mendaftar mata kuliah lebih dari 20 sks. Selain layanan bimbingan konseling ini diberikan oleh para Dosen Pembimbing Akademik, pihak Jurusan/Prodi (Kajur dan Sekjur) juga memberikan bimbingan, saran atau nasihat kepada para mahasiswa untuk berkonsultasi mulai dari masalah prestasi akademiknya hingga pada masalah pribadi (keluarga, persahabatan dan organisasi). Bimbingan & konseling juga dapat diperoleh oleh para mahasiswa baik dari pihak jurusan/prodi maupun dosen pembimbing akademik masing-masing ketika mereka ingin melakukan beberapa aktifitas seperti melakukan magang di beberapa tempat, praktek kerja lapangan, dan menentukan judul atau tema yang akan diangkat dalam penulisan skripsi. Diantara hasil dari konsultasi yang berkaitan dengan kegiatan mahasiswa tersebut adalah mereka memperoleh pengalaman kerja nyata di beberapa tempat sekaligus dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari bangku kuliah. Adapun bagi mereka yang melakukan konsultasi dalam rangka penulisan skripsi, maka mereka memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai rencana penulisan dan penyelesaian skripsinya.[1]

  1. Minat dan bakat (ekstra kurikuler)

Minat dan bakat (ekstra kurikuler) diperoleh para mahasiswa dari beberapa kegiatan pada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang diikuti mereka. Diantara Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang diikuti mahasiswa jurusan/prodi Ilmu Perpustakaan tersebut adalah; Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Resimen Mahasiswa (Menwa), Korps Suka Rela-Palang Merah Indonesia (KSR-PMI), Komunitas Mahasiswa Fotografi (KMF) KALACITRA, Paduan Suara Mahasiswa (PSM),  dan lain sebagainya. Pelaksanaan kegiatan untuk menyalurkan minat dan bakat para mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan bagaimanapun harus dipahami oleh para mahasiswa agar tidak menjadikan aktifitas tersebut sebagai sesuatu yang menjadi penyebab dari kemunduran prestasi akademik mereka. Karena itu tugas utama mereka sebagai mahasiswa adalah untuk memperoleh prestasi akademik yang sebaik-baiknya. Dari pantauan yang dilakukan pihak prodi melalui koordinasi dengan pihak Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEMJ) Ilmu Perpustakaan. Berbagai kegiatan yang mereka ikuti pada Unit Kegiatan Mahasiswa tersebut diantara mereka ada yang mempunyai prestasi dalam bidang kesenian (Paduan Suara Mahasiswa), olah raga (Panjat Dinding), Sukarelawan di Palang Merah Indonesia, dan Resimen Mahasiswa (MENWA).[2]

  1. Pembinaan soft skills

Untuk pembinaan soft skills, mahasiswa prodi ilmu perpustakaan memperoleh pembinaannya melalui 2 pendekatan, yaitu:

  1. Pendekatan Formal: Pembinaan soft skill kepada mahasiswa dengan pendekatan formal dapat dilakukan melalui pengikut sertaan para mahasiswa pada beberapa mata kuliah yang ditawarkan pada kurikulum seperti pada mata kuliah fiqh, ulumul qur’an, ilmu kalam dan akhlak tasauf. Setelah mengikuti beberapa mata kuliah tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memperoleh bekal berharga agar mereka dapat melakukan ibadah secara benar dan melakukan hubungan baik dengan sesama makhluk dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang sarjana ilmu perpustakaan muslim.[3]
  2. Pendekatan Informal: Adapun pembinaan soft skill dengan pendekatan informal dapat diperoleh para mahasiswa melalui beberapa kegiatan seperti, studium general, magang, praktek kerja lapangan, praktikum ibadah, praktikum kepustakaan (library skills) dan melalui keikut sertaan mereka dalam beberapa kegiatan yang dilakukan para dosen seperti pengabdian masyarakat dan penelitian ilmiah.[4]
  3.   Beasiswa

Seperti dengan mahasiswa UIN Jakarta lainnya, mahasiswa prodi ilmu perpustakaan memperoleh beasiswa dari berbagai sumber baik dari Institusi UIN Jakarta maupun dari luar Institusi UIN Jakarta seperti, BNI 46, Mandiri, Sapoerna, Djarum, BUMN dan lain sebagainya.

[1] Lihat:Pedoman Penasihat Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-Pusat Peningkatan dan Jaminan MutuCenter for Quality Development and Assurance (CeQDA), 2006.

[2] Pedoman Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2010/2011

[3] Lihat: Pedoman Akademik Jurusan Ilmu Perpustakaan. 2009

[4] Lihat: Pedoman Akademik Jurusan Ilmu Perpustakaan.2009