Program Studi Ilmu Perpustakaan Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama PUSAKA (Pusat Arsip Fakultas Adab) mengadakan kegiatan webinar dengan tema “Archive, Power, and Islamic Prophetic”. Webinar ini merupakan webinar ketiga dari rangkaian Webinar Series Gallery, Library, Archive, and Museum (GLAM). Webinar berlangsung pada Kamis, 17 Juni 2021, dengan menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. Fuad Abdul Gani, S.S, M.A. dan Al Muhdil Karim, M.Hum.

Webinar ini dilaksanakan melalui media zoom meeting yang dihadiri sekitar 300 peserta. Acara dipandu oleh Aqidatul Izzah Chairul, mahasiswa semester 4 Ilmu Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan moderator yaitu Ibu Hikmah Irfaniah, M.Hum. beliau adalah dosen di Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Acara pertama kali diawali dengan pembukaan oleh pemandu acara dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bapak Saiful Umam, Ph.D.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Fuad Abdul Gani, S.S, M.A. Beliau merupakan dosen di Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Materi yang disampaikan adalah Archives and Power.

Dr. Fuad menjelaskan bahwa seorang arsiparis adalah the most dangerous person in organization. Dalam beberapa kasus, arsiparis sangat berbahaya dalam arti lain memiliki peran yang sangat penting baik dalam sebuah organisasi maupun perusahaan. Hal tersebutlah yang sering dilalaikan, sehingga terjadilah kebocoran informasi. Contoh yang sering terjadi adalah arsiparis baru dibutuhkan ketika ada suatu masalah, seperti surat-menyurat yang keliru, dokumen yang hilang, dan sebagainya.

Selain itu, Dr. Fuad juga menuturkan bahwa dalam penciptaan arsip atau dokumen tidak terlepas dari sebuah kepentingan tertentu dan bisa dipengaruhi oleh faktor eksternal apabila dalam penelitiannya dibiayai atau didukung oleh suatu kepentingan, misalnya apakah suatu arsip akan dibatasi atau dibuka secara umum.

Terakhir, beliau menambahkan seorang arsiparis harus mengetahui the value of information dan informasi itu tidak terlepas dari suatu kepentingan dan juga memberikan suatu keuntungan bagi yang menguasai.

Materi kedua disampaikan oleh Al Muhdil Karim, M.Hum. yang merupakan pengamat siber juga sekaligus dosen di Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pada kesempatan ini, Bapak Al menyampaikan materi berjudul Cyber Attack, Attack Breach and Digital Supremacy.

Arsip menurut beliau adalah catatan dari aktivitas manusia yang dianggap bermanfaat dan dianggap memiliki nilai dalam jangka waktu yang panjang. Sementara supremasi adalah tingkatan tertinggi dari yang tertinggi. Bapak Al mengutip pernyataan Hornby A.S. yang menyatakan bahwa supremasi adalah kekuasaan tertinggi.

Beliau juga mengutip terkait Cyber Attack dari National Institute of Standart and Technology – US Department of Commerce bahwa ancaman siber adalah suatu situasi yang membahayakan bagi individu atau organisasi terkait interaksinya dengan sistem informasi.

Terakhir, Bapak Al memaparkan bahwa perebutan informasi sama dengan perebutan kekuasaan agar pihak-pihak tertentu dapat berkuasa dan mendapakan supremasi. Kaitannya dengan arsip adalah bahwa kebocoran arsip atau arsip yang dibocorkan dengan cyber attack dapat digunakan sebagai peralihan supremasi.

Peserta dalam acara webinar ini sangat antusias dan interaktif pada sesi tanya jawab. Dan acara diakhiri dengan sesi foto bersama serta pembagian e-sertifikat kepada para peserta.

Author: Fa’iq Binar Rifqi – 11190251000057