Jakarta, Library and  Information Science News – Sebanyak 48 mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta mengunjungi @Amerika di Pasific Place Mall, Lantai 3, pada Rabu (10/4/2019).

Kunjungan ini diikuti oleh mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta semester 6 bersama mahasiswa Ilmu Perpustakaan Yarsi dan mahasiswa UMM yang ikut berpartisipasi dalam program bincang santai bersama para tokoh di bidang ilmu perpustakaan, bertemakan “Hidden Figures: Women Behind Indonesian Libraries”. Narasumber sesi diskusi adalah empat perempuan berpengaruh pada perpustakaan di Indonesia, diantaranya ada Elly Julia Basri selaku Penasihat ISIPII, dan juga sebagai konsultan dan pelatih freelance, Harkrisyati Kamil dan Utami Budi Rahayu Hariyadi selaku Penasihat ISIPII, serta seorang pustakawan Library of Congress Jakarta, Libreny Riyusdha. Para mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta tampak antusias pula dengan kehadiran Prof. Sulistyo Basuki dan Blasius Sudarsono serta para tamu undangan penting lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, mereka berkesempatan mengenal secara dalam para pemimpin perempuan yang berperan penting dalam kemajuan perpustakaan di Indonesia. Sosok perempuan pertama adalah Lily K. Somadikarto, Ibu Utami menyebutnya sebagai perempuan perintis pendidikan ilmu perpustakaan Indonesia, Luwarsih Pringgoadisurjo. Perempuan yang sangat visioner, pada masa hidupnya ia menyebutkan bahwa selama birokrasi masih ada, hal ini akan selalu menjadi hambatan untuk perpustakaan. Karena birokrasi dan perempuan sulit berkolaborasi, dan perempuan hebat ketiga yaitu Mastini Hardjoprakoso, seorang perintis pembangunan Perpustakaan Nasional sekaligus menjadi kepala Perpustakaan Nasional yang pertama.

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta sangat menikmati paparan materi yang disampaikan oleh keempat narasumber. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah pertanyaan yang diajukan. Seperti Alysaa Chairani Istiqomah, yang bertanya bagaimana pustakawan membentuk sikap yang bisa bersaing di era digital sekarang ini, khususnya bagi para pustakawan perempuan.

“Perpustakaan tidak sempit. You can be anything, dengan dasar ilmu  perpustakaan. So, buat kalian pustakawan muda. Don’t be worry for who you are, banggalah dengan jati diri kalian sebagai pustakawan.  ” Ujar Libreny.

Libreny juga menambahkan ada konsep yang ia terapkan sehingga ia bisa standing di Library Of Congress dan menjadi bagian dari akuisisi Vietnam collection. “we as a librarian have to be creative, and think out of the box, be crazy but don’t go out the line and think critical. Kritik dalam media, literasi informasi, literasi teknologi informasi dan komunikasi, and the point yang saya terapkan sebagai Vietnam specialist adalah kita bisa untuk terjun dimana ketika kita punya kesempatan dan kemauan untuk belajar dari nol, dan mengembangkannya.” tutur Libreny lagi. (Di)

Leave a Reply

Your email address will not be published.