Ciputat, Library and Information Science NewsPerpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun ini kembali mengadakan Advokasi dan Urun Rembuk Interoperabilitas Sistem Informasi Antar Perpustakaan se-Indonesia di Hotel Aryaduta Jakarta. Kegiatan yang membahas program Perpusnas ini dihadiri kurang lebih 150 peserta dari berbagai instansi perpustakaan, termasuk diantaranya dosen dan para alumni Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta yang mewakili instansi tempat mereka bekerja. (27-29/3)

Kita berada di era revolusi industri 4.0, dimana salah satu dampaknya adalah membludaknya informasi di kalangan masyarakat. Indonesia adalah salah satu negara yang terkena dampak ini. Semua pemangku kepentingan yang bersinggungan dengan hal ini harus tanggap meressponnya. Salah satunya adalah perpusnas. Perpusnas memiliki program untuk menjadikan perpustakaan yang interoperabilitas, dengan mengumpulkan data koleksi serta informasi pada semua jenis perpustakaan di Indonesia agar dapat diakses bersama melalui 1 pintu serta menciptakan Big Data dalam bentuk koleksi digital. Bentuk implementasi yang dilakukan Perpusnas ini adalah Indonesia One Search (IOS). Dengan adanya IOS akan sangat memudahkan para pencari informasi dari berbagai latar belakang untuk melakukan pencarian informasi dan riset.

Deputi pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional, Ofy Sofiana mengatakan, target penghimpunan repositori digital pada IOS, yang diprioritaskan adalah jenis perpustakaan perguruan tinggi, dan perpustakaan khusus atau instansi. Namun nampaknya semua pihak masih harus bekerja keras, “Jumlah tersebut baru mencapai 15,1 persen dari jumlah perpustakaan perguruan tinggi sebanyak 2.057 dan perpustakaan khusus sebanyak 6.552 yang tergabung dalam IOS” Ujarnya pada kegiatan Advokasi dan Uruk Rembuk Interoperobilitas Sistem Informasi Perpustakaan, Rabu (27/3). (www.perpusnas.go.id). 

UIN Jakarta sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia turut menjadi promotor dalam mengintegrasikan akses repositori digital perpustakaan UIN Jakarta dalam jejaring portal IOS. Berdasarkan laporan statistik IOS, Saat ini, Perpustakaan UIN Jakarta telah menyumbang sebanyak 219.981 dokumen dengan total 42 repository, diantaranya repository UIN Jakarta, opac (katalog online) dari berbagai fakultas di UIN Jakarta, dan banyak e-journal lainnya. Tercatat hingga 2019, UIN Jakarta menempati urutan ke 2 dengan total jumlah dokumen, repository, pengunjung serta total halaman yang dilihat terbanyak setelah Perpusnas.

Keterlibatan mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta pada portal IOS pun patut diapresiasi. Bagi mereka, portal ini sangat mempermudah praktik penelusuran literatur ilmiah. Dengan adanya IOS ini tak jarang mahasiswa tingkat akhir menjadikannya sebagai topik penelitian. Selain mahasiswa, dosen Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta, Azwar Muin M. Hum mewakili UIN Jakarta juga mendukung pengembangan jejaring perpustakaan Digital Nasionl ini dengan menjadi reviewer-volunteer yang membantu permasalahan terkait IOS. Dengan kehadiran Indonesia One Search, Ilmu Perpustakaan UIN Jakarta turut berbangga, dunia perpustakaan di Indonesia kian bertransformasi mengikuti perkembangan digital. Semoga IOS ini dapat menjadi batu loncatan untuk membangun antusiasme masyarakat gemar membaca saat ini, dan di masa yang akan datang.

Penulis: Diyah/Kiki

Leave a Reply

Your email address will not be published.