Manajemen waktu umumnya adalah suatu perencanaan, mengorganisir, menggerakkan, dan pengawasan, terhadap produktivitas waktu. Waktu merupakan salah satu sumber daya yang harus dikelola dengan baik agar individu atau organisasi bisa mencapai tujuan secara efektif dan efisien.  Pengertian manajemen waktu dapat juga diartikan sebagai suatu metode atau cara untuk memanfaatkan dan mengatur setiap bagian waktu dalam mengerjakan aktivitas yang sudah direncanakan dan harus diselesaikan dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan. Penulis akan membahas bagaimana manajemen waktu versi mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi UIN Jakarta.

Nurhayati Mahasiswi Semester 7 UIN Jakarta

Penulis mengambil beberapa sampel dari mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi (IPI) UIN Jakarta. Sampel pertama bernama Nurhayati dari semester 7. Selain sibuk kuliah dan menyelesaikan skripsi, saat ini ia aktif menjadi freelancer di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai reviewer repositori Kemendikbud. Selain itu, ia juga sering mengikuti kegiatan relawan di luar kampus mulai dari acara musik, pendidikan dan olahraga. Selain itu, ia juga aktif menjadi anggota komunitas NET TV, yaitu NET Good People (NGP). Dengan jadwal yang padat dan kegiatan yang banyak tak lantas membuat Nurhayati berhenti sampai disitu saja, ia juga sempat menjadi penyiar radio di radio kota Depok selama 2 tahun. Untuk kegiatan intra-kampus, Nurhayati juga berkecimpung sebagai salah satu tim website IPI FAH UIN Jakarta (ip.fah.uinjkt.ac.id) sebagai kontributor web.

Selama 1 minggu ia memiliki jadwal 3 hari kuliah dan hari selanjutnya ia gunakan untuk menjadi tenaga kerja paruh waktu di Perpustakaan Kemendikbud. Disana, ia mengerjakan berbagai tugas pustakawan khususnya di bidang repositori. Mulai dari proses input publikasi, editing, hingga tahap publishing ke repositori Perpustakaan Kemendikbud. Hal ini sudah ia lakukan mulai dari Januari hingga kini. Bahkan pada bulan Januari nanti, Nurhayati juga diterima magang di salah satu stasiun televisi swasta yaitu sebagai Social Media Officer mulai periode Januari-Maret 2020.  

Hal yang dilakukan Nurhayati jika dihadapkan dengan situasi yang sama mendesak dan berbarengan, kuncinya adalah jangan panik, karena kalau panik pikiran akan bercabang dan membuat tidak fokus.  Lalu yang kedua kita harus sigap prioritaskan sesuatu yang dapat dikerjakan dahulu maka kerjakanlah tanpa mengundur-undur waktu. Untuk metode manajemen waktu yang baik versi Nurhayati adalah membuat notes di smartphone, agenda apa saja yang akan dilakukan besok agar tidak lupa dengan apa yang harus dikerjakan, mengingat Nurhayati adalah mahasiswa tingkat akhir yang memiliki fleksibilitas waktu yang tentunya hal itu menjadi tantangan agar tidak terlena dengan jadwal kekosongan yang ada, serta menjaga kesehatan dengan tidur cukup. Motivasi yang dilakukan agar selalu bertanggungjawab akan jadwal yang sudah ada ialah harus mengingat ke tujuan awal dengan menanyakan ke diri sendiri “Untuk apa saya berjuang saat ini?”. Dengan hal itu, ketika kita merasa stagnan di tengah-tengah rutinitas, kita tidak akan terbuai untuk berhenti melainkan terus melanjutkan misi yang ada.

Roid Muhammad Fadil Aziz Mahasiswa Semester 5 UIN Jakarta

Roid Muhammad Fadil Aziz, Mahasiswa IPI semester 5, kelahiran Wonogiri tanggal 2 Juli 1999. Berdomisili di Kota Bekasi. Memiliki hobi desain, fotografi, dan traveling.  Kesibukan ia sehari-hari yakni hampir sama seperti mahasiswa pada umumnya, mulai pagi sampai sore diisi dengan kuliah, malamnya diisi dengan rapat organisasi. Roid aktif di organisasi ekstra maupun intra. Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) IPI, dan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PRAMUKA UIN Jakarta. Selain itu, ia juga aktif di organisasi ekstra yakni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain kuliah dan berorganisasi, ia juga mengisi waktu luangnya dengan menjadi Pengajar Pramuka di sekolah-sekolah. Dalam seminggu, ia bisa menyelesaikan tugas kuliah, tugas organisasi, mengerjakan kegiatan mingguan organisasi, dan mengajar. Lalu saat ia dihadapkan dengan situasi yang mendesak, hal yang Roid lakukan pertama kali adalah melihat dan menganalisa situasi tersebut secara tepat dan cepat dengan melihat mana resiko yang paling minim. Saran dari Roid untuk mahasiswa IPI UIN Jakarta agar konsisten atas jadwal yang telah dibuat, yaitu jangan panik tetapi dijalankan dengan sabar dan ikhlas. Jaga kesahatan agar dapat menjalankan kegiatan dengan baik, berdoa dan meminta agar selalu dimudahkan oleh Allah SWT, terakhir adalah semangat!

Mahasiswa yang satu ini terbilang ‘keren’ karena memiliki banyak pengalaman dan potensi. Ia menjadi Top 8 Abang Nona Kota Tangerang Selatan pada tahun 2018. Pada tahun yang sama ia juga menjadi Abang Duta Anti Narkoba BNN Kota Tangerang Selatan. Di tahun 2019, ia menjadi Mahasiswa Berprestasi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Fikri Sutrisna Akmal Mahasiswa Semester 7 UIN Jakarta

Bernama Fikri Sutrisna Akmal, kelahiran 18 Mei 1998. Saat ini ia dijuluki mahasiswa akhir karena Fikri berada di tingkat semester 7. Kesibukannya dalam seminggu yaitu mulai dari hari Senin-Rabu kuliah, Kamis mengajar les privat, dan di hari Jum’at ia latihan Paduan Suara Mahasiswa (PSM) UIN Jakarta, dan terkadang di Sabtu-Minggu ia mengerjakan job dari Abang-Nona atau mengisi Job MC (Master of Ceremony), menyelesaikan tugas kampus dan diisi juga dengan mempersiapkan bahan ajar. Minimal ia bisa menyelesaiakan 3 kegiatan setiap minggunya. Jika dihadapkan dengan situasi mendesak dan harus memilih urusan yang bersamaan, menurut Fikri kita  harus memprioritaskan terlebih dahulu kegiatan yang sudah dijadwalkan sebelumnya.

“Kuncinya jangan panik, tetap usahakan fokus disetiap kegiatan yang kita lakukan, berikan yang terbaik semampu kita, jangan mengeluh, jauhkan kata-kata negatif dipikiran kita, selalu optimis dan sholat 5 waktu untuk meminta petunjuk dan Ridho-Nya. Motivasi agar tetap konsisten pada apa yang kita jadwalkan, yaitu harus selalu ingat perjuangan kita sehingga sampai pada titik dimana kita saat ini karena untuk sampai pada titik ini tidaklah mudah, banyak air mata dan orang-orang yang sudah mendukung dsb, dan ingat satu hal, Allah SWT memberikan ini semua karena Dia Percaya, maka syukurillah.” Ucap Fikri.

Saran untuk Mahasiswa IPI UIN Jakarta dan mahasiswa pada umumnya adalah selalu ingat bahwa kuliah hanya 4 tahun. Setelah itu, kehidupan yang sebenarnya akan dimulai. Maka persiapkanlah selama 4 tahun dengan segudang prestasi (akademik dan non akademik). Buka cara pola pikir kita tentang dunia saat ini, bukan hanya sebatas ilmu perpustakaan atau sebatas ilmu jurusan masing-masing, tetapi lebih dari itu. Selagi ada kemauan, kita bisa menjadi orang hebat dan luar biasa yang bermanfaat bagi sekitar kita di luar sana. Kuncinya tetap konsisten dengan apa yang diprioritaskan dan jangan lupa jaga kesehatan agar semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar.

(Maharani Auliya/Nurhayati)

One thought on “Manajemen Waktu Ala Mahasiswa IPI UIN Jakarta”

Leave a Reply

Your email address will not be published.