Bimbingan Pemustaka dan Literasi Informasi – Halo teman-teman setia web Ilmu Perpustakaan FAH UIN Jakarta, pada artikel kali ini saya mau membagikan materi yang dibahas pada webinar yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional RI selama masa pandemi ini. Sebelum lanjut saya mau tanya dulu nih, kira-kira ada engga diantara teman-teman yang suka sama sejarah atau mau tau tentang naskah nusantara apa saja yang ada di Indonesia? Wah kebetulan banget nih! karena pada Jumat 06 November 2020 lalu saya berkesempatan untuk mengikuti webinar pemanfaatan koleksi naskah nusantara yang diadakan oleh Perpusnas RI. Webinar ini pastinya sangat bermanfaat banget ya teman-teman, terutama bagi kalian yang ingin berinteraksi langsung dengan naskah nusantara tapi engga bisa datang langsung ke Perpusnas karena sedang pandemi.

Kalau selama ini teman-teman hanya mengetahui koleksi buku dan monograf aja, koleksi naskah nusantara juga penting lho untuk teman-teman ketahui. Jadi Perpusnas tidak hanya menyediakan dan memberdayakan koleksi buku atau monograf saja tetapi juga terdapat koleksi langka atau koleksi kuno. Seperti yang pernah dikatakan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI yaitu Bapak M. Syarif Bando, salah satu peran perpustakaan adalah sebagai jembatan bagi ilmu pengetahuan di masa lampau. Maka dari itu naskah kuno juga tidak kalah pentingnya dengan koleksi monograf. Melalui naskah kuno ini Perpusnas tidak hanya ingin mengajak masyarakat untuk gemar membaca namun juga ikut mencintai warisan budaya negara Indonesia.

Untuk melihat dan berinteraksi langsung dengan koleksi naskah nusantara, teman-teman bisa datang langsung ke lantai 9 yang ada di Perpusnas. Namun karena saat ini sedang masa pandemi Perpusnas memberikan solusi yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman untuk tetap bisa berinteraksi dengan naskah nusantara yang dimiliki Perpusnas.

Masa pandemi saat ini Perpustakaan Nasional RI banyak mengadakan webinar yang bisa teman-teman ikuti untuk mengisi waktu luang. Tak hanya itu Perpusnas juga menyediakan banyak fasilitas e-resources yang bisa teman-teman manfaatkan dari jarak jauh. Pada webinar Pemanfaatan Koleksi Naskah Nusantara kali ini, saya akan membagikan materi dan pembahasan yang dibahas pada webinar. Yuk langsung aja disimak materinya berikut ini!

Pengertian Naskah Kuno

Sebelum membaca lebih lanjut, kita pahami dulu yuk pengertian naskah kuno:

  • Manuskrip (naskah kuno): Merupakan naskah tulisan tangan yang menjadi kajian filologi. Naskah merupakan tulisan tangan (bukan cetakan). (KBBI Versi V)
  • Naskah kuno adalah semua dokumen tertulis yang tidak dicetak atau tidak diperbanyak dengan cara lain. Baik yang berada di dalam negeri maupun di luar negeri yang berumur sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) tahun. Mempunyai nilai penting bagi kebudayaan nasional, sejarah, dan ilmu pengetahuan (UU No. 43 tahun 20027 tentang Perpustakaan)
  • Manuskrip atau naskah kuno merupakan salah satu objek dalam pemajuan kebudayaan (Pasal 5 UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan)

Sejarah Koleksi Naskah Nusantara di Perpusnas RI

Sebagian besar naskah yang ada di Perpusnas berjumlah sekitar 9000-an dulunya merupakan koleksi milik Bataviaasch Genootschap voor Kunsten en Wetwnschappen (BG). BG merupakan lembaga VOC yang berdiri pada tahun 1778. Kegiatan pengadaan naskah kuno menjadi kegiatan rutin oleh VOC yang mulai dilakukan sejak tahun 1845. Setelah Indonesia merdeka BG berubah menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia yang kemudian berubah lagi menjadi Museum Pusat atau Museum Nasional. Pada tahun 1989 koleksi naskah yang ada di Museum Nasional dipindahkan koleksinya ke Perpustakaan Nasional RI.

Pengkodean Naskah Koleksi Perpusnas RI

Untuk teman-teman yang sering datang ke perpustakaan atau teman pustakawan tentu tidak asing lagi dengan kode atau klasifikasi yang ada di monograf. Ternyata untuk koleksi naskah nusantara di Perpusnas RI pengkodeannya berbeda lho dengan koleksi buku atau monograf yang menggunakan DDC atau disesuaikan dengan subjeknya. Perpustakaan Nasional RI masih menggunakan kode huruf tertentu untuk koleksi naskah nusantaranya. Pengkodean tersebut masih sama dengan pengkodean yang ada pada museum, bahkan tidak berubah seperti sebelumnya. Kode untuk koleksi naskah nusantara pada Perpustakaan Nasional RI bisa Teman Baneui lihat pada tabel berikut.

Dari tabel diatas bisa kita pahami misalkan kode A merupakan koleksi Arab, AS merupakan koleksi dulu milik Artati Sudirdjo. Kemudian ada AW yang pada tahun 1992 Gus Dur menyumbangkan naskah yang beliau miliki kepada pihak Perpusnas sekitar berjumlah 62. Untuk koleksi NB sekarang sudah ada lebih dari 2500 eksemplar. Hampir kebanyakan koleksi naskah Perpusnas RI berupa naskah Melayu.

Keberagaman Naskah Kuno Perpusnas RI

Jumlah naskah kuno koleksi Perpusnas sekarang ini melalui pendataan pada bulan lalu berjumlah 12.136 eksemplar. Sebagian besar koleksinya berasal dari BG yang mencapai lebih dari 9000 dan sisanya merupakan naskah-naskah hasil pembelian baru. Dari segi aksara, bahasa, media dan isi koleksi naskah kuno Perpusnas ada beragam. 

  • Aksara: Tersedia dalam aksara Jawa, Buda, Bali, Pegon, Sunda, Batak, Bugis, Bali, Jawi, Arab, Rejang, dan lain-lain.
  • Bahasa: Tersedia dalam bahasa Jawa, Jawa Kuna, Melayu, Arab, Batak, Bugis, Bali, Sunda, Rejang dan lain-lain.
  • Media Penulisan: Menggunakan media penulisan daun nipah, lontar, kulit kayu, bamboo, daluwang, kertas Eropa dan lain-lain.
  • Isi: Berisi tentang sejarah, agama, sastra, hukum, pemerintahan, obat-obatan, dan lain-lain.

Naskah-naskah yang Diakui Sebagai Memory of The World (MOW)

Memory of The World merupakan program UNESCO yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan bangsa-bangsa di dunia dalam bentuk “pusaka dokumenter/documentary heritage” yang bermanfaat untuk jati diri bangsa tersebut.

Kita patut berbangga nih teman-teman karena kini terdapat 4 naskah asal Indonesia yang terdaftar di Memory Of The World diantaranya sebagai berikut:

1. I LA GALIGO (KODE VT 125) Memory of The World Register in 2011 

I La Galigo merupakan sebuah epik mitos penciptaan peradaban Bugis di Sulawesi Selatan. Naskah ditulis dalam bentuk puisi terdiri dari sajak bersuku lima. Selain menceritakan kisah asal-usul manusia, juga tentang Sawerigading, seorang pahlawan yang gagah berani dalam perantauannya. 

Versi lengkapnya tersimpan di UB Leiden. Di perpusnas hanya prekuel-prekuelnya saja. I La Galigo ini bercerita tentang nenek moyang orang Bugis dan peradaban orang Bugis di Sulawesi Selatan. Konon cerita naskah aslinya cukup panjang lebih dari 6000 halaman. Ini merupakan hal yang menarik karena cerita ini bisa dikatakan lebih panjang dari Mahabarata.

2. Negarakretagama (KODE NB 9) Memory of the World Register in 2013 

Naskah selanjutnya yang mendapatkan MOW adalah naskah Negarakretagama. Mungkin sebagian dari kalian sudah tidak asing lagi mendengar nama naskah ini.

Negarakretagama atau Desawarnana ditulis dalam lontar ukuran 48,5 x 3,5 cm. Terdiri dari 45 lempir, setiap lempir terdiri dari 4 baris. Naskah ini berbahasa Jawa Kuno dan beraksara Bali. 

Menariknya Naskah ini berasal dari Lombok, pernah tersimpan di UB Leiden dan kemudian diserahkan kembali pada Pemerintah Indonesia sekitar tahun 1975. Nagarakretagama merupakan karya dari Mpu Prapanca. 

Kakawin ini menguraikan keadaan kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Prabu Hayam Wuruk (1350- 1389). Bagian terpenting teks ini tentu saja menguraikan daerah-daerah atau wilayah Kerajaan Majapahit. 

3. BABAD DIPANEGARA (KODE KBG 282) Memory of The World Register in 2011

Naskah beraksara Pegon, dan berbentuk tembang macapat berjumlah 1.151 halaman. Naskah ini disalin dari naskah aslinya (ditulis antara 20 Mei 1831 – 5 Februari 1832) yang sekarang dipegang oleh keturunan Diponegoro di Makasar. Salinan dibuat atas perintah sarjana Belanda dan anggota kehormatan dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, AB Cohen Stuart (1825- 1876), disalin tahun 1865-1866. 

Teks dibagi menjadi 4 bagian yaitu; 1) sejarah Jawa dari masa Majapahit sampai Mataram, 2) Sejarah Mataram sampai pembagian Jawa melalui perjanjian Giyanti, 3) sejarah hidup Dipanegara sejak lahir, dan 4) laporan tentang perjalanan perang sampai pengasingannya.

4. Naskah Cerita Panji Memory of the World Register in 2017

Salah satu naskah cerita Panji koleksi Perpusnas RI adalah Panji Jayakusuma. Panji Jayakusuma saat ini disimpan di Perpustakaan Nasional dengan nomor koleksi KBG 139. Naskah ini ditulis di atas kertas Eropa berukuran 21.5×27.5cm dengan banyak ilustrasi di dalamnya. Naskah berjumlah 734 halaman, beraksara dan berbahasa Jawa.

Petualangan Raden Panji, putra mahkota kerajaan Jenggala, yang menyamar sebagai pengembara bernama Jayakusuma untuk mencari kekasihnya yang hilang. Jayakusuma mengabdi pada Raja Batukawarna sebagai tumenggung. Ia berhasil menaklukkan Bali dan berhasil menyelamatkan Kadiri dari serangan Raden Tambini dari Sabrang. Pada saat menaklukkan Bali, Raden Panji bertemu kembali dengan kekasihnya, Candrakirana. 

Berbeda dengan naskah sebelumnya, jika naskah sebelumnya mendapatkan penghargaan dengan jumlah naskah satu-satu maka naskah Cerita Panji ini mendapatkan MOW dalam bentuk full naskah.

Contoh Koleksi Naskah Kuno di Perpusnas RI

  • Ramayana: Media Penulisan Lontar, Aksara Buda, Bahasa Jawa Kuno.
  • Sewaka Darma: Media Penulisan Lontar, Aksara Sunda Kuno, Bahasa Sunda Kuno.
  • Maulid Nabi: Media Penulisan Kertas, Aksara Arab, Bahasa Arab. Ciri Khas Naskah-naskah Arab yaitu memiliki iluminasi yang bagus.
  • Kitab Bintang: Medai Penulisan Kertas, Aksara Arab, Bahasa Melayu.
  • Kutika Naskah: Media Penulisan Kertas, Aksara Bugis, Bahasa Bugis.
  • Sureg Baweng: Media Lontar, Aksara Bugis, Bahasa Bugis.
  • Naskah Ulu: Media Penulisan Bambu Bilah, Aksara Kaganga, Bahasa Rejang.
  • Pustaha Laklak: Media Penulisan Kulit Kayu, Aksara Batak, Bahasa Batak.

Fasilitas Layanan Koleksi Naskah Nusantara

Pada lantai 9 Perpusnas RI terdapat ruang pameran naskah nusantara dimana pihak Perpusnas memasang replika dari naskah-naskah yang mewakili bahasa dan aksara yang ada di Indonesia. 

Fasilitas lain yang terdapat di lantai 9 ada beberapa komputer yang dapat digunakan oleh kalian untuk membaca naskah kuno yang sudah ada versi digitalnya. Kalian bisa membacanya di ruang baca koleksi alih media digital.

Tak hanya itu, ada juga ruang baca khusus bagi peneliti yang ingin fokus pada penelitiannya.

Pemeliharaan Naskah Nusantara di Perpusnas RI

1. Fisik Naskah

  • Disimpan dalam ruang khusus dengan suhu ±16o C (stabil dalam 24 Jam)
  • Kelembaban udara stabil antara 50-55%
  • Konservasi, kalau ada koleksi yang rusak akan dikonservasi dari teman-teman bidang pusat konservasi
  • Difumigasi, secara rutin
  • Dimasukan ke dalam kotak naskah
  • Ruang penyimpanan koleksi dilapisi dengan pintu tahan api

2. Pengaturan kelembapan Udara

Alat untuk mengukur kelembapan suhu atau kelembapan udara yang digunakan oleh Perpusnas RI adalah:

  • Dehumidifier

Hygrometer

3. Penyimpanan Naskah Koleksi Perpusnas RI

Berikut tampilan rak untuk naskah kertas terjilid.

Berikut tampilan peti untuk naskah kertas tidak terjilid, lontar, bambu, kulit kayu.

Pelestarian Isi Naskah Nusantara Perpusnas RI

  • Perpusnas telah melakukan penerbitan buku alih aksara, alih bahasa, saduran dan kajian. Buku-buku tersebut dapat diakses di https://press.perpusnas.go.id/. Pada situs ini terdapat hasil alih aksara atau kajian dari naskah kuno yang bisa teman-teman download dan juga bisa dilihat langsung di situs ini.

Perpusnas telah melakukan penerbitan Jurnal Ilmiah bernama “Jumantara (Jurnal Manuskrip Nusantara)”. Jurnal ini dapat diakses di https://ejournal.perpusnas.go.id/jm. Di situs Jumantara ini teman-teman bisa melihat artikel lama dan artikel baru serta bisa juga mendownload artikel yang ada dalam bentuk pdf.

Perpusnas melakukan digitalisasi, di mana hasil digitalisasi naskah koleksi Perpustakaan Nasional dapat kalian akses di http://khastara.perpusnas.go.id/. Pada situs Khastara ini terdapat naskah kuno, buku langka, peta, foto, gambar, lukisan, surat kabar, dan sumber lainnya. Untuk naskah kuno sendiri kini sudah berjumlah 2071 judul yang sudah diupload. 

Nah teman-teman, bagaimana nih? apakah sudah ada gambaran mengenai layanan koleksi naskah nusantara yang berada di Perpustakaan Nasional RI? Tentunya pemaparan materi webinar diatas bisa menjadi gambaran bagi teman-teman semua yang membutuhkan informasi terkait naskah nusantara. 

Webinar bimbingan pemustaka dan literasi informsai ini merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia secara online selama masa pandemi ini. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di masa pandemi saat ini membatasi jumlah kunjungan pemustaka dengan kuota 2000 orang per harinya. Jadi buat teman-temen yang tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang koleksi naskah nusantara yang ada di Indonesia tapi engga bisa berkunjung langsung ke Perpusnas, kalian bisa memanfaatkan situs-situs yang tadi sudah disebutkan ya.

Oke sekian dulu artikel dari saya kali ini, semoga bisa menambah pengetahuan dan bermanfaat bagi teman-teman semua.

Terima Kasih dan Salam Literasi!📕

Tonton video berikut untuk melihat cuplikan Webinar Bimbingan Pemustaka dan Literasi Informasi Perpusnas RI.

Author: Okta Ayu Melya Widanti/11180251000023