Ibu Hikmah Irfaniah, M.Hum. Salah satu Dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan sebagai Narasumber

Sabtu, 1 Mei, 2021 17:00 – penulis : Atina Putri. Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengadakan kegiatan webinar tentang Arsip Keluarga pada Sabtu (1/5). Dalam webinar kali ini mengangkat tema yang menarik yakni Memasyarakatkan Kesadaran akan Pentingnya Preservasi, Restorasi, serta Digitasi Arsip Keluarga. Arsip keluarga sangatlah penting keberadaannya seperti, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, akta kelahiran, dsb. Namun, bagaimana jika suatu hari arsip keluarga tersebut mengalami kerusakan dan bagaimana cara kita agar mencegahnya? Lalu apakah arsip keluarga ini dapat dialih mediakan? Pertanyaan ini dikupas tuntas oleh para pemateri yakni Ibu Hikmah Irfaniah, M.Hum dan dalam praktek mengenai pengelolaan arsip keluarga secara sederhana diajarkan oleh Kak Zulfikar Arman, S.IP.

Ibu Siti Maryam, S.Ag., SS, M.Hum. Kepala Hurusan Ilmu Perpustakaan Informasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sedang memberikan sambutannya

Acara ini diadakan melalui zoom meeting, berlangsung mulai pukul 08.00 sampai 11.00 WIB dan dihadiri oleh Kaprodi Ilmu Perpustakaan yaitu Ibu Siti Maryam, S.Ag., S.S., M.Hum. serta Sekprodi yakni Bapak Amir Fadillah, M.Si. Peserta terdiri dari Dosen, Pustakawan, dan Mahasiswa/i aktif dari UIN Syarif Hidayatullah maupun Universitas lainya. Mereka yang hadir diberi fasilitas E-Sertifikat, ilmu dan wawasan, serta teman baru.

Peserta Webinar

Acara pertamakali diawali dengan sambutan dari pimpinan prodi Ilmu Perpustakaan. Selanjutnya, pemateri pertama mempaparkan materi yang dimulai dari pengertian arsip keluarga, urgensi pengelolaan arsip, motivasi pembuatan arsip, jenis arsip keluarga, ditampilkan juga contoh arsip, saran beberapa app arsip yang dapat dimanfaatkan, perencanaan dalam menghadapi bencana, identifikasi mengenai fungsi arsip, dan jenis media rekam serta kondisi arsip & lingkungan penyimpanan. Pemateri juga mengutip sebuah ucapan yakni “Every citizen is his own records manager!” [Erick Ketelaar, 1999]. Pada prakteknya peserta sudah dihimbau untuk menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Namun dikarenakan minimnya ketersediaan bahan, peserta akhirnya diarahkan untuk mengikuti tutorial dari Youtube mengenai cara enkapsulasi.

Kak Zulfikar Arman, S.IP menjadi narasumber

Peserta sangat antusias dan interaktif pada sesi tanya jawab. Sesi ini untuk mendapat pemahaman yang lebih luas dan terperinci terkait materi yang disampaikan. Ada satu kutipan yang sangat bermanfaat bagi partisipan yang mengikuti webinar ini oleh Pembicara yakni “Dalam pemetaan arsip perlu penerapan The 3-2-1 Rule yakni 3 Copies, 2 Different Media, dan 1 off-site Location”. Acara diakhiri dengan penutup oleh Kaprodi Ilmu Perpustakaan yaitu Ibu Siti Maryam, S.Ag., S.S., M.Hum., dan doa  serta foto-foto bersama, untuk dokumentasi.

Editor : Gilang Musfi Amrullah